Aku pernah bertemu dengan
seseorang. Ya, pastinya semua orang pernahlah. Tapi, maksudku disini adalah
bertemu dengan seseorang yang sangat ambisius dalam memberi orang lain sebuah
motivasi. Yang aku tahu, motivaisi itu memang penting. Penting ketika hanya
mimpi yang aku utarakan. Bukannya sibuk untuk mewujudkannya, malah sibuk
memamerkan kepada yang lain. Dari situ aku tahu, kenapa sejak kecil B.J.
Habibie tidak suka kata mimpi. Disaat seperti itu aku perlu motivasi. Terutama
dari diriku sendiri.
Beliau adalah seorang dosen.
Profesi yang juga berlari-lari dalam pikiranku akhir-akhir ini. Bukan hal mudah
untuk menjadi seperti itu. Memulai untuk meraihnya kadang saja enggan. Padahal
itu keinginan. Bukan suruhan orang lain untuk memaksakan aku menjadi seperti
itu. Kadang, aku masih perlu banyak bertanya pada diriku sendiri.
“Apa yang kamu sukai? Yang sering
kamu lakukan?” Tanya beliau.
“Menulis.” Jawabku. Tiba-tiba
saja bola matanya terlihat lebih ambisius lagi. Sepertinya beliau ingin
memberitahuku banyak hal.
“Nah, itu, jangan pernah
tinggalkan itu. Lakukan terus.” Dengan raut wajah penuh kebingungan, aku masih
mencoba mencerna kalimat tersebut. Seolah bisa membaca pikiranku, dosen itu
langsung melanjutkan ucapannya. Katanya, “Apapun jurusan yang kamu ambil saat
kuliah nanti, kamu harus tetap nulis. Itu passionmu.”
Passion. Awalnya aku bingung
dengan maksud kata itu. Namun, lama-kelamaan aku akhirnya mengerti juga. Sambil
menunggu jawaban selanjutnya, aku tersenyum menatap beliau.aku begitu senang
mendapat informasi secara gratis seperti ini. Kemudian, beliau melanjutkan lagi
kalimatnya, “Misalnya kamu mengaambil jurusan matematika. Belum tentu kamu bisa
memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan jurusanmu. Banyak sekali tentangga
saya itu lulusan sarjana, tapi tidak kurang juga yang tidak memiliki pekerjaan
alias menganggur.” Beliau berhenti cukup lama dengan aku yang mengiyakan ucapan
beliau yang baru saja diucapkannya itu.
“Kita tidak tahu rezeki kita
berasal dari mana. Bisa jadi, rezeki kamu itu berasal dari tulisanmu. Untungnya
jika kamu bisa menyukseskan keduanya dalam dirimu. Antara minat yang kamu
pelajari dan yang kamu senangi.” Lanjutnya.
Aku memang sempat berbicara
banyak dengan beliau. Bukan hanya sekedar tentang passion, melainkan banyak
hal. Aku senang bisa mengenal beliau hanya lewat perbincangan seperti itu. Aku
tidak membayangkan jika aku menjadi temannya. Mungkin, setiap hari aku akan
mendapatkan informasi hebat ditambah dengan bonus motivasinya. Hebat.
Apa passionmu?
Lanjutkan, bagus
BalasHapusGood job
BalasHapusButuh piknik.. Yuk jalan
BalasHapus
BalasHapusgoood job
Mantap, semangat semangat 😊
BalasHapusMantap Ikaa
BalasHapus
BalasHapusBeranilah untuk maju ! Sekarang juga bentuklah jatidiri profesimu secara nyata dan desiminasikan melalui media sosial yang Saudara miliki.